Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Rabu, 21 Mei 2014

Obat Nyamuk

Tepat pukul 22.00 ini dengan ditemani obat nyamuk tepat dibelakang saya, saya merasa menjadi manusia paling nyesek diseantero orang rumah yang gak tau kalo saya lagi nyesek-nyeseknya.
Sebelumnya bismillahirrahmanirrahim, pada tanggal 20 Mei kemarin, saya baru aja dapet 'perkamen' (kalo bahasa Harry Potternya), berisikan tentang hasil bagaimana pencapaian kita atau saya setelah 3 tahun sekolah di SMA di suatu sekolah negeri. Saya sangat bersyukur sama Allah, alhamdulillah... saya dengan KeridhoanNya akhirnya lulus ujian nasional... walau sebenernya ini tuh perkara yang kurang adil yah... setelah 3 tahun sekolah engos-engosan (ini benar buat saya) lalu kemudian, hanya ditentukan lulus tidaknya melalui 3 hari.
Intinya, apa yang ingin saya utarakan?
Teman, saya sedang dirundung sedih... saya ternyata mendapat nilai UN yang tidak terlalu besar, saya sedih bukan main... walau dihati saya menyebut asmaNya memohon dikuatkan, tapi kenapa sedihnya ini membuat saya malah kaya berlarut-larut gitu.. ada saja hal yang ketika saya mulai tegar dan menerima, membuat saya ingat dan sedih lagi.
Sekarang saya banyak bertanya, mengapa hidup itu perih, dan sangat lucu? Dengan segala kemampuan saya, belajar terus menerus, dan saya (alhamdulillah) jujur... kenapa, saya malah mendapatkan hasil yang -kecil? Lalu kenapa orang-orang yang malah berbuat dzalim mendapatkan hasil yang tidak pernah saya bayangkan begitu besarnya?
Adakah saya salah mengatakan bahwa hidup ini lucu?

Melihat mamah yang hanya bisa terdiam, saya nangis. Tersedu. Tepat setelah kelulusan itu saya langsung kunjungi mamah di kantor hendak meminta maaf, tapi mamah cuman diam. Saya sakit melihat mamah diam. Betapa saya ingat gimana mamah cuman malingkan mukanya. Sedangkan saya disitu cuman bisa nangis, saya sakit nerima kenyataan kalo.. ketika kita bersedih, maka orang tua kita itu akan 2 kali lipat lebih merasa sedih dengan tanpa menunjukkannya.

Dalam hati, saya terus berdoa.. sambil menangis... saya berdoa, ya Allah, pastikan bahwa setelah ini mungkin ada rencana indah walau saya harus meraihnya sampai saya menggusur diri... kepala terbelah pecah menjadi dua, atau menangis darah. Saya Ridho, asal saya bisa menutupi rasa sedih orang tua saya saat ini.. itulah pinta saya saat itu.
Saya terus meminta agar Allah dapat memelihara kesabaran saya, jadikan saya lebih kuat dan tangguh... walau saya rasa, setelah hari itu saya sama sekali tidak bisa untuk tidak menekuk wajah saya sendiri (jangan dicontoh guys).
Kemudian, ada suatu saat saya mem-flashback.. dimana saya merasa setiap belajar disekolah pun, I do my best, I try my best, but again.. kayak UN ini terus endingnya... aneh gitu. Aneh.
Banyak orang bilang saya pintar, rajin, tapi kenapa saya hanya merasa mendapat ending that always not good as. Apa yang salah itu ada dalam diri saya? Saya kah yang kurang bersyukur? Wallahua'lam, but still.. It's not. Saya, saya tidak akan begini.... kalau ceritanya setelah saya berusah keras saya mendapat hasil yang setimpal... but.... Astagfirullah, may Allah forgive us. Ya Allah, kuatkan selalu hati saya, sejujurnya harapan saya kini hanyalah saya letakkan pada tangan-Mu, biarlah tangan yang kuat itu mengatur, kemudian  tangguhkan aku selalu agar still... I keep doin my best. Saya tak lupa berikhtiar terus dan terus. Bukankah, Allah tidak akan mengubah suatu kaum, tanpa kaum itu berusaha dengan sendirinya? Allahuakbar!
Bagaimanapun, pada masa kini, saya sudah terlalu lelah untuk memikirkan orang-orang curang itu, orang-orang yang terus mencurangi saya bahkan dari 3 tahun yang lalu. Saya lelah. Ijinkan saya untuk hanya berpikir dan mengumpulkan kekuatan dalam menghadapi tantangan selanjutnya membahagiakan mamah papah, dan kemudian menjalani kegiatan di dunia ini, semata karena untuk-Mu. Ijinkan saya.
Jikalah perjuangan dan kesulitan saya atas selama ini menimbulkan bekas, maka mungkinkah badan ini sudah tidak berbentuk? Bahkan, ketika biasanya diwaktu kosong saya sempat memikirkan hasrat ingin memiliki suami shaleh, kemudian merancang kehidupan kehidupan selanjutnya, saat ini saya hanya menemukan keabuan, saya takut tak bisa membuatnya berwarna lagi, hanya karena nilai yang kecil itu... saya pupus... saya seperti kehilangan mimpi, saya takut kehilangan rencana yang sudah saya rancang. Saya terlalu takut. Bagaimana ini... sekali lagi hanya kepada-Mu saya memohon.

Dan pada saat keadaan down ini, ada juga hal yang membuat saya kecewa.. teman dekat saya, justeru sibuk dengan dunia-dunia mereka. Saya bisa apa? Saya hanya bisa mengharap, saya dapat bersabar dengan ini semua. Ya Allah, lagi... jauhkan saya dari sikap-sikap tercela yang hanya dapat menjauhkan saya dari-Mu.

Amin

Selasa, 13 Mei 2014

Pagi hari

Saya habis nangis nih setelah membaca kisah seorang suami-istri (dari segi pandang istri) yang benar-benar sedang diuji sama Allah. Saya belajar, bahwa untuk menjadi seorang isteri yang sholehah, sebenarnya mudah tapi dalam beristiqamah nya... Kita perlu terus menerus meminta sama Allah agar diberikan kekuatanNya. Ceritanya benar-benar complicated, saya sampai nangis... Entah, saya memang type orang yang mudah menangis (oh ya Allah, saya berdoa semoga dengan mudahnya saya menangis ini menjadi pertanda bahwa hati saya tidak keras akan Cahaya-Mu) atau karena memang ceritanya sangat.... Menyakitkan.

Asal mula mengapa saya membaca cerita ini adalah, ketika pagi hari setelah dari hamam, saya kemudian tidur-tiduran di kasur (begitu tidak bergunanya aktivitas yg saya lakukan, jangan ditiru) membuka fesbuk untuk sekedar kegiatan iseng, yang sekali lagi ini adalah kegiatan yang tidak terlalu bermanfaat. Jangan ditiru. Tiba saya scroll pada layar touch ini, saya melihat salah satu grup -komedi- fesbuk kita sebut saja fulan, memposting suatu photo yang terdiri dari dua photo disatukan, photo diatas yang pertama bertuliskan, "yang alami dan polos," dan photo kedua "yang keren tapi bekas," dengan photo yang (maaf) bagian atas seorang perempuan dengan paras biasa saja, dan bagian bawah photo perempuan dengan paras yang cukup cantik. Jujur pada saat itu saya sedih, terutama ketika saya buka komenan komenan yang pastinya lebih didominasi kaum adam, komentar itu... Membuat saya meringis, begitu tidak berharga nya kah kaum perempuan yang (maaf) tidak memiliki paras yang cantik? Begitukah?

Saya yang beberapa minggu ini sedang banyak bersedih karena merasa putus asa dengan kaum yang 'katanya' lebih banyak melihat dari fisik ini jadi termenung lagi.. Haruskah kita berparas cantik? Haruskah saya cantik? Saya marah. Jelas. Karena, berdasarkan yang saya tahu, saya (yang merupakan kaum perempuan yang sedang beranjak dewasa) berpikir bahwa dalam rumah tangga itu, paras yang cantik bukan lah yang menjadi andalan. Tapi keshalihahan. Hati, dan perlakuan yang baik. Saya sangat "greget" pada kaum lelaki masa kini. Kenapa semua melihat kaum perempuan dari paras yang dimiliki? Bukankah kebaikan yang nanti kalian butuh dalam berumah tangga? Wallahua'lam
Setelah saya kemudian mengscroll layar ke bagian bawah... Saya kemudian tersenyum lebar lagi, saya melihat kakak kelas waktu di pesantren saya dulu menikah, dengan pria tentunya. Saya senang!
Astagfirullah, Allah yang Maha Pengampun.. Semoga perkataan saya ini dapat menjadi pelajaran, bahwa... Maaf sekali saya berkata seperti ini, kakak kelas saya yang menikah itu, berparas biasa saja.... Mungkin dari sini teman-teman sudah bisa mengerti apa yang ingin saya sampaikan.. Kalau, jodoh itu... Bukan, kita harus cantik. Kalau tidak, kita tidak akan dapat meraih orang itu. Bukan.

Jangan bersedih seperti saya karena (saya sering) merasa jelek. Tapi, terus dekatilah Allah. Ketika kita mendekati Allah, maka kita bisa menghapus pikiran yang jelek, ketika pikiran yang jelek terhapus, maka kita dapat menghapus perilaku jelek yang kita miliki yang sering kita lakukan (InsyaAllah) dan jodoh pilihan yang diberikan Allah, tentu saja melihat kita dari kebaikan yang kita miliki.

Mari kita berjuang bersama teman, menuju keshalihahan yang abadi. Yang baik. Yang menunjukkan kita semua, pada keridhaan Allah. Jalan lurus yang mengarahkan kita pada tempat disisi Allah. InsyaAllah. Amin.

Dari hamba Allah yang sedang berjuang

Kepastian

Dan suatu saat saya bertemu lagi dengan makluk Allah itu, saya sering berpikir dalam hati, cintakah saya karena keyakinan saya yang percaya kalau makhluk Allah itu bisa membuat saya terus ada dalam jalan Allah? Atau hanya karena paras yang tampan? Maka karena itulah saya enggan bertemu lagi dengan makhluk Allah itu, saya takut..  Setan telah ikut campur dalam perasaan yang dimiliki Allah ini. Wallahua'lam

Bismillah aku berlindung pada-Mu

Rabu, 07 Mei 2014

Bertemu -lagi-

Rabu, 7 Mei.
Tepat pada tanggal ini papah saya mengulang tahun kelahirannya yang ke 57? Ya.. Dan keterlaluannya, saya lupa mengucapkan sekadar "selamat ulang tahun" pada beliau. Jahat yaaaa?

Kemudian, suatu ketika pada jam 10.00 saya pun bergegas pergi ke tempat bimbingan belajar, tau? Guru yang jadi idaman saya mengajar dikelas!!! It sure makes me HAPPY~ yoohooo!!

Tapi, ya biasa. Saya gak bisa apa-apa selain bersorak sorai didalam hati. -_____-
Benar-benar, kebahagiaan itu sederhana.

Sungguh Allah, dengan segala kekuasaannya. Saya gak bisa berharap lebih kalau saya pingin guru itu jadi jodoh saya, karena semua Allah yang ngatur. Wallahua'lam.

Karena Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Percaya. Dan berserah.

Seorang umat lemah yang menyimpan harapan hanya pada tangan-Nya.

Takdir

Hanya kepada Allah swt aku memohon ��

Minggu, 04 Mei 2014

Tengah Sore

Jangan pernah meremehkan dirimu sendiri.
Yakinlah, di suatu tempat, ada seseorang berharap
tuk bertemu denganmu.

Quote diatas merupakan quote yang paling menggembelkan hati saya saat ini. Lebay? Pasti! Ketika saya baca postingan seorang teman tentang hal diatas, sontak hati saya ketir. Ada banyak petir yang kemudian datang saling berlomba untuk kemudian membangunkan saya. Bukan akhir-akhir ini, tapi memang selama ini saya hampir tidak pernah berprasangka baik dengan diri saya sendiri. How nuts I am. Bahkan Allah pun tidak pernah memandang rendah umatnya!
Entahlah, mengapa sangat lama sekali saya bersikap seperti itu. Mungkin hati saya memang tidak akan pernah sembuh sebelum saya mendapatkan hamba Allah yang lain yang mampu membuat hati saya menjadi lebih baik. Dengan menulis postingan ini pun bukan berarti saya sudah menjadi apa yang seharusnya saya.

Saya mungkin hanya akan menghargai diri saya sedikit. Wallahua'lam.

Allah memberikan segala kekuatanNya. Selalu.

Sabtu, 03 Mei 2014

Bacotan yang gak usah dibaca

Saya gak pernah pacaran. Begitulah kira-kira kata sambutan yang dapat saya sampaikan, tapi jangan dikira ketika saya menulis hal itu saya merasa sedih bin gundah gulana..., saya hanya pingsan.
Terlalu banyak yang saya gak ngerti tentang hal ini: laki-laki, perempuan, hati, cinta(saya amat geli nyebutin satu hal ini), teman.
Sebenernya problem yang saya ingin ungkapkan adalah, kenapa kebanyakan temen saya yang udah pacaran malah cuman fokus sma hubungan mereka sendiri?! Mereka tuh nyadar gak sih, pacaran itu bukan berarti hubungan permanen, kalo menurut saya, selama pacaran, gak usah terlalu nempel lah sama pacar. Apalagi cewek nih. Cewek. Iya cewek. Temen2 saya yang cewek, semuanya hampir lupa sama saya gegara merhatiin terus pacarnya. Hello frieeeend? Guys, cowok yang kalian pacarin itu belum jadi pemimpin elow, belum jadi suami elo, jadi stop act like kalian tuh harus berikan yang terbaik buat mereka. Selama kata pacaran itu jadi papan nama hubungan kalian, mending kalian juga perbanyakin temen biar pas putus tuh gampang cari ember curhatnya!

#gue #temen #yang #terlantar

Salam pramuka!